tawaran kerja di salah satu perusahaan karet di jakarta,
rekomendasi dari seorang dosen,
tanpa tes langsung bisa masuk.
posisi yang 11 12 seperti garuda food masih sama" finance
namun dengan kompensasi yg lebih dari garuda food
lalu saya bilang 'duh pak gak pak, sama aja dengan garuda food toh hihi, klo jd guru sih, icut pasti akan mikir" mungkin langsung mau malah'
beliau bilang 'tapi ini langsung kartap lho, mending coba dulu, siapa tau jatuh cinta'
lalu saya menjawab 'duh pak gimana yah pak, ' sambil mikir gmn ngomongnya hehhe.
saya termasuk tipikal seseorang yang susah menolak secara tegas kepada orang yg lebih tua apalagi saya hormati
kurang tegas mungkin yah. hehhe (belajar lagi)
saya bilang 'duh pak gmn yah pak, kan bapak tau pak proposal kehidupan icut kayak gimana'
beliau pun tipikal yg hampir mirip dengan saya tidak mudah menyerah dan kekeuh 'mending ngobrol dulu cut sama pimpinannya, bapak yakin cocok banget, cocok posisi cocok kompensasi'
duh gimana yah bilangnya, saya bergumam dalam hati
bukan soal nominal, semua orang memang butuh materi, tapi bukan materi yg membuat org bahagia kan
banyak orang berlimpah materi tapi tak bahagia
banyak orang yang hanya cukup bahkan cenderung pas"saja materinya namun subhanallah bahagia antar keluarganya bikin sejuk melihatnya.
sulit diungkapkan alasan saya tak ingin mencoba
sulit diungkapkan alasan saya memilih yg saya pilih
sulit diungkapkan
jika hanya orang melihat dari sisinya, bukan dari sisi saya.
sama halnya ketika saya mengajukan lamaran di bbrp sekolah di bekasi,
ada satu sekolah yg langsung saya diperbolehkan untuk menaro lamarannya ke ruang tata usaha,
sementara tiga lainnta hanya sampai di pintu gerbang sekolah. hehe
saat saya menaro lamaran di salah satu sekolah di ruang TU,
pihak TU yg membaca CV saya pun bilang, kok mau jadi guru sih, mending di kantor skrg, gaji guru mah kecil lho neng, mending klo udh PNS mah.
saya bilanng 'bukan nominal bu'
duh begitu sussah ngejelasinnya,
kok bingung ya, ya saya dibuat bingung
bukan bingung karena ragu untuk menjadi guru, bukan.
tapi bingung bagaimana menjelaskan kecintaan saya terhadap dunia mengajar, yg hampir tidak dimengerti orang" sekitar.
tapi bukankah memang tak ada alasan untuk kita mencintai? itu berjalan dengan sealaminya saja.
sampai semalam saya melihat twitnya pak jamil azzaini
Kerja jangan asal kerja. Pilihlah pekerjaan yg #GueBanget dan mengantarkan hidupmu
Hidup cuma sebentar jangan hanya fokus penghasilan besar. Kerja yg #GueBanget jauh lebih penting
Tidak ada komentar:
Posting Komentar