tulisanku sebelumnya udah bahas yah sekilas ttg 1000 guru. kali ini mau bahas tentang pengalaman pertamaku, perjalanan dengan 1000 guru.
yap seperti udah aku singgung" sebelumnya, aku akan pergi bersama 1000 guru tgl 11 & 12 januari 2014
yap seperti udah aku singgung" sebelumnya, aku akan pergi bersama 1000 guru tgl 11 & 12 januari 2014
sabtu pagi kami disuruh berkumpul di tanah abang jam setengah 8, dengan peraturan telat ditinggal
hahhaha.
aku antusias sekali ingin ikut, jd aku persiapkan diri sebaik mungkin di malam hari supaya gak telat
pagi jam stgh 6 aku udah siap, tinggal nunggu kakaku bangun untuk mengantar
dan eng ing eng dia kesiangan jadi aku berangkat ngojek *sambil bete* hahaha
tapi tetap tak mengurangi semangat dan antusiasku.
jam 6 aku udah sampe stasiun bekasi, udah janjian juga dengan kak mia.
kak mia ini teman baru yg kenalan di grup 1000 guru, dan ternyata rumahnya di bekasi, rumahnya tak jauh dari komplek rumahku.hehe enaknyaaa punya tmn bareng dehhh hihi
ternyata aku duluan yg sampe stasiun, 10 menit kemudian kak mia dateng.
walaupun baru kenal tatap muka disitu, tapi gak canggung lsg ceriwis akunya.
apa karena aku gatau malu yah wkwkwkw.
tapi mungkin karena kak mia ini guru BK juga kali yah jd sifatnya supel jg jd cepet nyambung deh.
kak mia udah tiba, jadi deh kita langsung beli tiket menuju tanah abang.
turun di stasiun manggarai transit dulu hehhee. baru lanjut kereta tanah abang.
sampe di stasiun dimulai dengan celingak celinguk cari anggota 1000 guru yg lain hahha
bahkan sampe mau salah rombongan juga hahha
ya gimana berhubung kami saling kenalnya kan di grup aja hehhe
dan ternyata kak jimsnya ngaret wkwkwk
kami berangkat ke rangkas naik kereta jam setengah 10, naik kereta ekonomi
2 jam perjalanan menuju rangkas, di kereta kami ngobrol"
padahal kami ini baru ketemu di hari itu juga tapi kami sama sekali gak canggung. cepet sekali akrab.
ini foto awal kami sebelum naik kereta.
ini cuma sebagian.
karena sebagiannya lagi udah ada yg berangkat langsung sendiri ke rangkas, berhubung rumah"
mereka lebih dekat untuk langsung ke rangkas, daripada kumpul di stasiun TA.
setelah perjalanan 2 jam ga kerasa akhirnya kami sampe di stasiun rangkas.
tinggal tunggu dijemput deh hehe, dan lumayan lama juga dijemputnya hahhaa
lalu kamipun dijemput, dan udah janjian ketemu yg lainnya di alun" rangkas.
ada sekitar 20 orang lagi disana.
sampe alun" kami makan siang dulu, makan siang nasi bungkus padang di alun" rangkas
setelah makan lalu kami sholat dan berangkat menuju desa tempat SD yg ingin kami kunjungin
nih kami naik ini nih menuju desa girijagabaya
perjalanan jauhhhh bingits dan medannya serem banget, jagoan deh pak supirnya. tadinya aku mau nyoba nyetir elf *sokiye hehhee. kebayang gak sih klo aku diizinin nyoba gmn jalannya. hahha
nih yah saking medannya subhanallah bgt, ditambah hujan deras sekali, kanan kiri hutan. jadi sempet slhsatu elf agak nyangkut gitu jd perlu dorongan, nih
perjalanan hampir 3 jam, itu karena berhenti" sih gara" hanya bisa dilewatin satu alur, jd hrs ganti"an sama kendaraan" lain yg mau turun sedangkan kami mau ke atas. curam penuh liku".
tapi aku sih gak kapok, tetap mau kesana kalo diberi kesempatan lagi. bahkan kami harus melewati sungai lho untuk sampai ke desa tujuan kami.
dahsyat kan...
hebat banget pak supir hehhe. aku kira awalnya waw ini banjir gara" ujan, taunya itu sungai wawww banget, karena aku belum pernah liat akses mobil melewati sungai tanpa jembatan. huhu
sampai disana sekitar jam 3an. langsung angkut" barang. hehhee. semangat banget tim seribu guru.
disambut oleh warga yang amat sangat ramah. kami disediakan rmh warga. nih bentuk rumah warga yg kami diami.
ini kondisi dapur kami
kunjungan kami kesana hanya 2 hari satu malam. kami menyampaikan sumbangan dari para donatur, followers 1000 guru untuk 35 anak" sekolah sana. tepatnya SDN Filial desa girijagabaya. SD ini baru berdiri sekitar tahun 2012. awal mulanya anak" desa girijagabaya harus berjalan kaki sekitar 3 sampai 4 jam dari desanya ke sekolah yg berada di bawah tadi, yg kami lewati harus menyebrangi sungai segala. sehingga kadang kala, anak" ini sampai sekolah udah capek, nerima ilmu jg jadi gak semangat.
dampaknya adalah anak" desa ini yg dimana seharusnya pada usia mereka sudah lancar membaca tapi kenyataannya banyak yg belum lancar bahkan ada yg belum bisa membaca. sedih sekali melihatnya. lalu tahun 2012 atas perjuangan kepala sekolah didukung oleh masyarakat sekitar di bangunlah sekolah fillial ini. pembangunannya pun alakadarnya, hanya menggunakan bambu" seadanya dari sumbangan warga dan paku dari kepala sekolah tersebut. sekolah ini lebih terlihat seperti kandang ayam. ini bangunan sekolah itu
dampaknya adalah anak" desa ini yg dimana seharusnya pada usia mereka sudah lancar membaca tapi kenyataannya banyak yg belum lancar bahkan ada yg belum bisa membaca. sedih sekali melihatnya. lalu tahun 2012 atas perjuangan kepala sekolah didukung oleh masyarakat sekitar di bangunlah sekolah fillial ini. pembangunannya pun alakadarnya, hanya menggunakan bambu" seadanya dari sumbangan warga dan paku dari kepala sekolah tersebut. sekolah ini lebih terlihat seperti kandang ayam. ini bangunan sekolah itu
sedih bukan? :)
tapi lebih baik sekolah begini tapi mereka tetep dapat pendidikan daripada mereka ga dpt pendidikan sama sekali. salah satu guru disini namanya pak Afriansyah. beliaulah orang yg pertama kali mempublikasikan bahwa ada sekolah yg tak layak seperti ini di banten. di daerah yg belum jauh dari ibukota indonesia, namun krg mendapat kepedulian dari pemerintah. jadi gimana negara mau maju. padahal hak untuk mendapatkan pendidikan yg layak hak smua warga negara indonesia tanpa terkecuali bukan? setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya SD ini mendapat kucuran dana sekitar 200.434.000 untuk pembangunan sekolah ini. ini sekolahnya sedang dibangun.
kegiatan kami disana adalah mengajak warga untuk peduli akan pendidikan anak"nya hingga jgn pernah berpikir untuk memutuskan sekolah anak"nya, walaupun situasinya sesulit apapun. selain itu kami juga mudah"an membawa sedikit kebahagian untuk anak" setempat dengan memberikan peralatan sekolah, seragam,tas sepatu dll. dan alhamdulillahnya kami pun dapat bantuan dari gramedia, hingga pihak gramedia memberikan majalah anak" kecil, semoga anak" ini bisa menikmati kebahagiannya sebagaimana anak kecil lainnya.
ini beberapa potret kegiatan kami



dan ini potret beberapa tim kami hehhee tetep narsis
dan ini adalh potret makanan kami selama disana hehhe
mungkin diantara kami, atau kami semuanya terbiasa dengan fasilitas tempat dan makanan yg jauh dari ini. tapi disini kami belajar kesederhanaan, kami belajar bersama", kami belajar berbagi, kami belajar melihat sisi lain diluar kebiasaan kami. kami belajar untuk selalu bersyukur dengan apa yang kami punya, dan tentunya untuk tidak melupakan orang' yg ga seberuntung kami. tapi yg jelas bukan soal nominal, karena kamipun tak punya nominal yg banyak. tapi niat kami hanya satu untuk berbagi dengan sesama. berbagi waktu dan keceriaan untuk sesama. semoga walau sebentar, tapi terkenang selamanya untuk warga sekitar. mungkin potret ini pastinya tak menjelaskan secara jelas bagaimana rasa bahagia kami berkunjung ke desa girijagabaya, lebih baik gabung dan rasakan sendiri bagaimana bahagianya kami. hehhee
yg jelas bukan hanya anak" desa girijagabaya yg bahagia, kami lebih dari mereka bahagianya, mereka adalah slhsatu wrna pelangi dlm hdp kami sekarang.LOVE
pulang dari sana kami mampir ke desa baduy.
ini bagian travellingnya heheh
liat kan yah betapa serunya kami, travelling ini ga sekedar travelling, kami tetap berbagi dengan sesama. jadi kalo kita suka travelling dan alangkah baiknya jg suka berbagi, yuk ikut tim seribu guru travelling and teaching. bln dpn ada lagi lho ke lampung disana ada 30 anak" yg terpaksa putus sekolah karena tak adanya guru. semoga dengan adanya publikasi dari tim seribu guru slhsatunya, dapat segera bantuan langsung pemerintah untuk mengirimkan guru ke desa setempat.
untuk desa girijagabaya terimakasih 2 hari 1 malamnya. terimakasih keluarga baruku di @1000_guru. terimakasih adik" dan orangtua masyarakat setempat. terimakasih banyak, semoga kelak kami dapat bertemu kalian lagi dalam keadaan yg lebih baik.
klo boleh mengutip ucapan dari orang besar aku kutip dari bapak Nelson Mandela
Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar