Siang ini . . .
Siang ini mau sedikit cerita kejadian tadi pagi
yah tepatnya jam 08.45, teman semasa sekolah dulu nge WA
"oi?"
dan sayapun membalas "yaps"
"lagi puyeng nih, apakabar?" jawabnya
hahhaha seketika saya ketawa, sudah saya duga pasti lagi puyeng, bingung, galau dan semacemnya :p
"alhamdulillah baik, kenape puyeng?
klo puyeng aja ngubungin gue, zzz bgt.... lo apakabar?"
Jawab saya dengan santainya, krn yg nge wa, memang teman baik saya di SMA dulu
"baik jugaaa"
"eh dateng nikahan si A gak ? *nikahan temen SMA kami* "
saya jawab "inshaAllah dateng"
"elu dateng?"
lalu dia belum menjawab pertanyaan saya, lsg meluncurkan jurus seperti biasanya
"dateng ama siapa? ;p"
hhahaa saya tertawa renyah,
udah gak mempan dibikin galau gitu lagi
saya jawab
"udah janjian sama anak2 lainnya"
lalu temen sayapun tak henti menggoda saya
"kalah lu, dia aja udah duluan"
saya balas dengan emoticon senyum hehhee
dan ternyata ada tmn kami yg lainnya yg sudah lamaran jg bulan kemarin,
lalu dia kembali mencoba membuat saya galau
"elu kapan?"
lalu saya jawab "do'ain yah"
dan ternyata jawaban saya, membuat dia berpikir berbeda
"hah? udah punya? siapa?"
sayapun kembali ketawa,hehehhe, karena maksud saya do'akan saja supaya bertemu dengan sang pemilik rusuk hehhe
lalu setelah berbasa basi mennggoda saya, kembalilah ke persoalan yg membuat dia galau
yaps masih tentang topik yg sama
"pernikahan"
jadi ceritanya temen saya ini lelaki,
dan sedang memiliki hubungan dengan teman sekantornya,
dan dia sudah merasa nyaman sekali dengan wanita ini,
berniat menjadikan wanita ini sebagai istrinya,
tentunya sayapun sangat mendukung hal itu,
dimana hal itu hal baik bagaimana tidak saya dukung kan? hehhe
namun singkat cerita yang membuat dia galau adalah
orangtuanya terutama ibunya belum ingin dia untuk menikah
karena ia adalah tulang punggung keluarga, masih muda,
anak pertama dari adik-adiknya yg masih bersekolah
tapi disisi lain wanitanya ini ingin menikah cepat
maklum umur mereka sebaya
dan dia bercerita saat ini dia sedang usaha menabung,
sehingga membuat dia menjadi agak pelit kepada ibunya
lalu saya bilang
"duh jangan gitu"
susah yah saya menjelaskan kenapa jangan begitu,
karena ya segala yang dia lakukan berdampak kepada nama calon istrinya.
apakah istrinya akan diliat memiliki dampak positif atau malah negatif
takut saja dengan pelitnya dia yang tiba", membuat ibunya berpikir
"duh belum nikah saja, anak saya sudah pelit, gmn kalau sampai menikah nanti"
nah lho gaenak kan...
alangkah baiknya mempunyai pasangan yang akrab dengan orang tua kita
jd pastinya kenyamanan yg kita dapet
sehingga salahsatunya ga merasa diambil gamerasa dikuasai
dan ga perlu merasa bersaing tentunya
dan yang saya tau,
lelaki sekalipun sudah menikah surga itu tetap dikaki ibunya,
jadi duh sayangilah ibu"kita
kita memang diciptakan berpasang"an
tapi pasangan yang baik tentu yang menerima kita komplit dengan keluarga kita bukan?
yg mendekatkan kita ke keluarga.
insha Allah
lalu kegalauan dia lainnya adalah,
disaat pasangannya ingin menikah,
orang tuanya masih sedikit menahan
dan dia berkata jg
"duh klo diliat dari penghasilan, gue ngerasain kayak gak cukup kalo untuk menanggung dua2nya"
lalu saya jawab
"bukannya pasangan lo jg kerja? tentunya lo tetep hrs bertanggungjwb atas dia jg, tp kan klo kalian udh mutusin mau nikah, siap lahir bathin tentunya kalian harus siap jg dgn sgala hal termasuk tanggungan lo ke keluarga gak bisa putus"
selain itu setau saya, dengan menikah pintu rizki kan dibuka lebih lagi hehhe.
lalu dia menjawab
"iyah sih, tp gue ragu takut ga bisa ngebahagiain pasangan gue nanti, dan setelah gue cerita tentang keadaan ekonomi, tanggungan gue dll, gue ngerasa pasangan gue agak jd mikir, wajar sih tentunya dia sebagai ce kan pengen menghandle smua keuangan gue nanti"
lalu tiba" saya teringat twit dari mas @ipphosantosa
saya agak lupa twitnya seperti apa,
yang jelas intinya adalah keseimbangan rizki, kasih sayang untuk pasangan hidup maupun untuk orang tua
malah beliau menyarankan untuk tinggal bersama orang tua
karena itu slhsatu cara berbakti, walaupun sbnrnya gak tergantikan dgn apapun pengorbanan kedua orang tua kita
selain itu saya jg ingat pernah dengar,
"alangkah indahnya klo suami mengingatkan istri untuk memberi ke orang tua istri, dan istri mengingatkan suami memberi ke orang tua suami"
duh indah banget kan,
jadi pastinya orangtua merasa disayangi menantu dan anaknya jg.hhee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar