Senin, 18 November 2013

Jodoh (?)

hari ini ga ada kerjaan sama sekali
ga ada jadwal kemana-mana sama sekali
alhasil gak mandi sama sekali hahaha
kebiasaaan buruk nih, jangan diikutin yah. hehhe

bicara soal hidup,
sebenarnya saat ini masih ada kegalauan di dalam hati
galau tidak menjadi sukses
galau tidak bisa jadi guru
galau tidak cepet dapat jodoh
galau ini
galau itu 
sebenarnya segala hal digalauin ini bersifat duniawi sekali...
dan seorang teman berkata 
kalau kita masih merasakan kegalauan ini kegalauan itu, itu pertanda ketauhidan kita masih kurang


duh nyesss sekali,
benar sekali...
sekarang kalau dilihat kenapa sih galau? 
kenapa sih gak semangat?
kenapa sih gak punya motivasi?
kenapa sih ini
kenapa sih itu
itu semua karena kita sendiri yang bikin

sekarang saya sendiri merasa seperti itu,
kenapa coba galau?
yang utama adalah soal hati, yah soal hati yang tak bisa saya jaga.
soal hati yg terlanjur menyayangi yang belum mahramnya
saat Allah berkehendak tak berjodoh
hati saya masih tertuju padanya
masih sangat berharap padanya
duh ini sangat salah, berharap lah pada Allah maka kau tak akan pernah kecewa.
saya masih merasa beliau yang terbaik
dan saya telah menyia-nyiakan yang terbaik
duhh lagi-lagi saya membuat "punishment" terhadap diri sendiri
jikalau dia yang terbaik Allah tak akan memisahkan tapi Allah akan menyatukan
tetapi jika dipisahkan berarti kami sama" tidak akan membawa kebaikan bila bersama
terus saya yakini hati ini terusss teruss
berat rasaaanya berat sekali

dan kehidupannya berjalan tetap baik walau tanpa saya
ia mengikhlaskan dengan sangat bijak hubungan kami
ia berjalan dan menata hidupnya dengan sangat apik
sementara saya (?)
duh saya kehilangan arah,
lagi-lagi salah. 
tempatkan cintamu kepada makhluk dibawah cintamu pada Allah jangan setarakan apalagi diatas cinta Allah
duh a'udzzbillahmindzalik
jika mengikuti nafsu, ingin sekali saya memintanya kembali pada saya.
duh apa iyah itu yang terbaik
apa tidak menjatuhkan nama baik saya sebagai wanita
apa pantas?
apa emang jodoh?
apa yang terbaik?
apa diridhoi Allah
tentu kita punya jawabannya. 
tanya hati kita masing-masing.
bicara soal cinta memang tak ada habisnya
bukan Allah melarang kita mencintai sesama,
Allah sangat menganjurkan mencintai sesama,
tetapi cinta yang bagaimana dulu,
cinta dengan cara terhormat,
ya jangan salahin Allah kalau kamu mencintai seseorang bukan berlandaskan mahligai pernikahan 
lalu menangis
lau berpatah hati
lalu bersedih
Allah jelas-jelas melarang, tetapi kamu melakukan
ya terima saja risikonya
(sungguh ini nasihat untuk diri sendiri)

saya rasa, duh hikmah sekali mungkin kemarin Allah begitu cemburu melihat saya lebih mengutamakan makhluk dari pada -Nya
Ia adalah yang  seharusnya saya utamakan 
tapi saya lupa diri
maafkan saya ya Rabb

kalau ditanya apakah perasaan saya sudah baik?
belum, belum seutuhnya
tapi saya merasa lebih baik daripada saya menuruti nafsu mendengar lagu mellow
daripada saya menuruti kata-romantis menyesakkan jiwa
saya lebih baik membaca hal-hal yang bermanfaat
mencintai dengan cara yang baik
tentunya yang diridhoi Allah

saya belajar untuk mengikhlaskan,
walau masih sering mengingat,
saya belajar untuk menatap ke depan,
walau masih sering menengok kebelakang,
saya belajar untuk terus berjalan, 
walau terkadang saya berhenti untuk menghela napas
tapi saya tau Allah bersama saya
tapi saya tau ini yg terbaik menurut Allah
saya tau rencana saya tidak mungkin lebih baik dari rencana Allah
ya Rabb jaga hati ini selalu
pada masa saya begitu sangat menyesal kehilangan seseorang itu
saya selalu berdo'a dengan menyebut namanya di setiap do'a saya
saya meminta untuk dijodohkan dengannya
saya meminta untuk didekatkan kembali dengannya

tapi saya sudah tidak melakukan itu,
saya sudah tidak lagi menyebut namanya dalam do'a saya
saya mengikhlaskan Allah yang memilihkan jodoh yang terbaik untuk saya
saya tak akan memaksakan Allah atas keinginan saya berjodoh dengannya
apakah ada yang menjamin jika Allah menjodohkan karena permintaan saya
itu menjadi yang terbaik ?
tidak ada kan...
maka saya belajar untuk tidak memaksakan, biarlah Allah yang memilihkan
karena kita tau 
boleh jadi yang kamu kira baik bagimu, belum tentu baik menurut Allah
dan begitu juga sebaliknya.

Ya Rabb hati ini gundah akan jodoh
tetapi aku yakin akan janji Engkau
engkau akan mempertemukan aku pada waktu yang tepat dengan jodohku
tugasku haruslah kuperbaiki diriku, agamaku, akhlakku
karena harapanku tinggi ya Rabb
engkau maha tau itu
engkau tau aku berharap aku berjodoh dengan yang menyuritauladani Muhammad
engkau tau aku berharap aku berjodoh dengan yang seperti Ali Bin Abi Thalib
namun aku juga harus tau diri harus liat siapa aku, dimana aku, seperti apa aku

tentunya sosok seperti Muhammad sosok seperti Ali
menginginkan sosok seperti Khadijah 
menginginkan sosok seperti Fatimah
tugasku adalah terus memperbaiki diri
agar  menjadi sesabar Fatimah, semulia Khadijah
Aamiin Allahumma Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar